Mau bikin sumur bor untuk pabrik? Ada lima keputusan yang sebaiknya diambil sebelum alat bor datang, supaya hasilnya sesuai kebutuhan produksi
Banyak proyek sumur bor bermasalah bukan karena pengeborannya, tetapi karena keputusan di awal yang terlewat. Alat sudah datang, baru ada yang bertanya, “Ini nanti debitnya cukup untuk produksi, kan?”
Nah untuk mengantisipasi hal tersebut, berikut lima hal yang sebaiknya anda pastikan sebelum pengeboran dimulai.
- Berapa air yang sebenarnya dibutuhkan?
Hitung kebutuhan harian dan jam puncak, bukan rata-rata. Pabrik yang butuh banyak air di jam tertentu punya tuntutan berbeda dengan pabrik yang pemakaiannya merata. Angka ini menentukan target debit dan ukuran konstruksi sumur.
- Di mana titik yang paling masuk akal?
Menebak titik bor itu mahal kalau meleset. Survei awal, misalnya geolistrik, membantu memperkirakan di mana lapisan pembawa air berada dan seberapa dalam titik air tersebut. Survei awal ini jauh lebih baik daripada mengebor di titik hasil menebak yang ternyata kosong.
- Bagaimana konstruksi sumurnya?
Konstruksi sumur yang akan dibangun harus menyesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan debitnya. Diameter, casing, dan screen perlu dirancang sesuai kondisi lapisan tanah dan kebutuhan debit. Sumur yang konstruksinya asal jadi biasanya baru terasa masalahnya setelah beberapa bulan. Masalah tersebut seperti air keruh, pasir ikut terpompa, atau debit turun cepat.
- Siapa yang memastikan sumur benar-benar sehat?
Setelah dibor, sumur perlu dibersihkan (flushing) dan diuji lewat pumping test. Dari uji ini Anda akan mengetahui debit yang aman untuk dipakai, bukan debit yang sekadar keluar saat dites sebentar.
- Bagaimana urusan izinnya?
Pengambilan air tanah umumnya diatur dan memerlukan izin dari instansi berwenang. Cek persyaratannya sejak awal agar jadwal proyek tidak tertahan di tengah jalan.
Pertanyaan yang sering muncul
Sangat dianjurkan, supaya titik dan kedalaman punya dasar data.
Untuk sumur industri kebutuhan debitnya jauh lebih besar dibanding sumur rumah tangga. Maka dari itu desain sumur, pengerjaan dan pengujiannya harus lebih serius.
Pumping test akan dilakukan setelah sumur selesai dibuat dan dibersihkan.
