Jasa LiDAR menghasilkan point cloud, DSM, dan DTM untuk memetakan area luas dan sulit dijangkau pengukuran konvensional. Konsultasi awal tanpa biaya.
Area yang perlu dipetakan luas, bervegetasi, atau sulit dijangkau, sementara pembuatan peta detail umumnya memakan waktu. Peta yang terlambat membuat perencanaan ikut tertunda.
Jasa LiDAR adalah pemetaan berbasis laser yang memancarkan pulsa ke permukaan dan mengukur pantulannya, lalu mengolahnya menjadi point cloud, model permukaan tanah, dan peta 2D atau model 3D. Hidayat dan Sudarsono (2024) menjelaskan LiDAR sebagai perpaduan LRF (Laser Range Finder) dan POS (Positioning and Orientation System) yang dipadukan dengan DGPS dan IMU. PT Geo Santara Indo memasang scanner pada drone, tripod, atau kendaraan, mengalibrasinya dengan GPS dan sistem navigasi, lalu mengolah data mentah menjadi hasil siap pakai. Ketelitian akhir ditetapkan per proyek.
Apa itu jasa LiDAR?
Hasil pengolahan LiDAR sering disebut dengan tiga istilah model elevasi.
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| DSM | Model permukaan bumi beserta seluruh objek yang berada di atasnya |
| DTM | Bentuk dijital permukaan tanah tanpa benda lain di atasnya |
| DEM | Representasi digital elevasi permukaan tanah terhadap datum referensi |
DTM diperoleh dengan memisahkan titik ground dari titik lain lewat filtering, misalnya filter SMRF pada studi Safi'i dan Hartanto (2019) dan Slope Based Filtering pada studi Hidayat dan Sudarsono. Pada area air dilakukan hydro-flattening, yaitu perataan permukaan air.
Seberapa teliti hasil LiDAR?
Angka ketelitian perlu dibaca dengan hati-hati. Safi'i dan Hartanto mengutip literatur bahwa LiDAR mampu mencapai ketelitian horizontal 30 cm dan vertikal sekitar 15 cm, tetapi uji lapangan pada studi mereka memberi RMSE vertikal sekitar 0,6 meter, yang memenuhi ketelitian vertikal peta skala 1 berbanding 5.000 kelas 2 dan 3.
| Sumber | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Literatur (Shamsi, 2005, dikutip Safi'i dan Hartanto) | Horizontal 30 cm, vertikal sekitar 15 cm | Angka literatur, bukan hasil uji lapangan |
| Uji lapangan Safi'i dan Hartanto (2019) | RMSE vertikal 0,621 m sebelum smoothing | 15 titik uji, memenuhi skala 1 berbanding 5.000 kelas 2 dan 3 |
| Duantari (2017), skripsi ITS | LE90 LiDAR 0,571 m, foto udara 1,099 m | Skala 1 berbanding 5.000, data dari abstrak |
Acuan ketelitian peta dasar di Indonesia adalah Perka BIG Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar, yang menurut Safi'i dan Hartanto diubah dengan Peraturan BIG Nomor 6 Tahun 2018. Karena itu angka ketelitian layanan ditetapkan per proyek dan divalidasi dengan titik kontrol.
Kapan jasa LiDAR dibutuhkan?
Layanan ini dibutuhkan saat area luas, bervegetasi, atau tidak terjangkau pengukuran konvensional, dan saat data elevasi detail diperlukan. Sumber ilmiah menyebut DTM berguna untuk simulasi banjir, pemantauan longsor, dan perancangan jalan, serta analisis hidrologi dan geologi. Pada studi Hidayat dan Sudarsono, LiDAR dipakai untuk kontur perkebunan seluas 325 hektar di Penajam Paser Utara.
Untuk area kecil, survei topografi tetap bisa mencukupi. Pilihan antara LiDAR dan topografi biasa dibahas saat konsultasi.
Sedang menyiapkan pemetaan area luas? Hubungi kami melalui WhatsApp.
- • Tim menetapkan area, tujuan, serta skala atau kelas ketelitian yang dibutuhkan.
- • LiDAR scanner dipasang pada drone, tripod, atau kendaraan dan dikalibrasi dengan GPS dan sistem navigasi.
- • Scanner memancarkan pulsa laser, dan waktu pantulan dipakai untuk menghitung jarak.
- • Data mentah diolah dengan perangkat lunak khusus, lalu titik ground dipisahkan lewat filtering menjadi DTM.
- • Hasil divalidasi dengan titik kontrol lapangan, lalu diserahkan sebagai peta 2D atau model 3D.
Data elevasi dapat dipadukan dengan survei geologi dan pemetaan untuk kebutuhan perencanaan.
Apa saja keterbatasan LiDAR?
- Parameter filtering ground pada studi Safi'i dan Hartanto ditentukan lewat uji coba, sehingga hasilnya perlu divalidasi.
- Hasil harus diuji dengan titik kontrol lapangan agar ketelitiannya diketahui.
Kontur hasil LiDAR dapat tampak kurang sederhana dibanding hasil stereoplotting foto udara pada studi Duantari (2017).
Pertanyaan yang sering muncul
DSM memuat permukaan beserta objek di atasnya, DTM hanya permukaan tanah, dan DEM adalah representasi digital elevasi permukaan tanah terhadap datum referensi.
Literatur menyebut horizontal 30 cm dan vertikal sekitar 15 cm, tetapi uji lapangan pada satu studi memberi RMSE vertikal sekitar 0,6 meter. Ketelitian akhir ditetapkan per proyek dan divalidasi dengan titik kontrol.
Kerapatan ditentukan sensor dan perencanaan pengambilan data. Sebagai contoh, studi di Lombok Utara memakai kerapatan 10 titik per meter persegi.
Siapkan lokasi dan luas area, tujuan pemetaan, skala atau kelas ketelitian yang diinginkan, serta format hasil yang dibutuhkan.
PT Geo Santara Indo melayani proyek di berbagai wilayah Indonesia, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Sebutkan lokasi proyek Anda agar kebutuhannya dapat dibahas.
PT Geo Santara Indo
Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure
