Jasa PDA Test mengukur daya dukung tiang pondasi langsung di lapangan lewat Pile Driving Analyzer dan analisis CAPWAP. Konsultasi awal tanpa biaya.
Tiang sudah terpasang, tetapi daya dukungnya belum terbukti. Uji beban statis umumnya memakan waktu dan membutuhkan area kerja yang luas, sementara pekerjaan struktur di atasnya menunggu keputusan.
Jasa PDA Test adalah pengujian dinamis regangan tinggi pada tiang pondasi dengan alat Pile Driving Analyzer. Sensor regangan dan akselerometer dipasang pada tiang, lalu data saat tiang menerima pukulan dianalisis dengan CAPWAP untuk memperkirakan daya dukung dan memeriksa kondisi tiang. PT Geo Santara Indo melayani pengujian ini melalui layanan Geoteknik, sehingga hasilnya dapat dipakai konsultan dan kontraktor untuk memutuskan kelanjutan pekerjaan. Hasil akhir tetap ditinjau oleh konsultan perencana proyek.
Apa itu jasa PDA Test?
Menurut produsen alatnya, PDI, Pile Driving Analyzer mengambil data dari akselerometer dan strain transducer yang dipasang pada tiang. Analisis CAPWAP atas data itu memberi distribusi tahanan tanah di sepanjang pondasi dan mensimulasikan uji beban statis. PDI menyebut alatnya sesuai dengan ASTM D4945, dengan edisi D4945-17.
| Keluaran | Kegunaan |
|---|---|
| Daya dukung tiang | Memperkirakan kapasitas tiang dari data pukulan |
| Integritas struktur | Menilai kondisi tiang |
| Tegangan pemancangan | Memeriksa tegangan yang dialami tiang saat dipancang |
| Kinerja hammer | Menilai energi pukulan yang sampai ke tiang |
PDI menyebut pengujian dilakukan saat pemancangan pada tiang uji maupun tiang produksi, dan uji ulang pukulan (restrike) sering direkomendasikan. Waktu tunggu sebelum uji ulang ditetapkan dalam spesifikasi proyek dan oleh konsultan perencana.
Kapan jasa PDA Test dibutuhkan?
Layanan ini dibutuhkan setelah tiang dipancang dan daya dukungnya perlu dibuktikan sebelum pekerjaan struktur dilanjutkan. Situasi yang umum meliputi proyek bangunan atau jembatan dengan tiang pancang, tiang uji sebelum tiang produksi dipancang, dan lokasi yang tidak memungkinkan uji beban statis.
Jumlah tiang yang diuji mengikuti spesifikasi proyek. Sebagai gambaran dari praktik luar negeri, tanya jawab PDI mencatat tiga acuan berikut.
| Acuan | Jumlah tiang yang diuji |
|---|---|
| AASHTO LRFD (jalan raya) | 2% dari seluruh tiang, atau 2 tiang, mana yang lebih besar |
| IBC (proyek swasta) | 5% dianggap wajar, bahkan 10% tidak berlebihan |
| AS2159 (Australia) | 5% sampai 10% tidak jarang, di atas 25% tidak memberi manfaat tambahan |
Data tanah dari sondir dan geoteknik, soil test, dan boring sebelum pemancangan membantu menentukan jenis dan panjang tiang yang akan diuji.
Sedang menyiapkan pengujian tiang untuk proyek Anda? Hubungi kami melalui WhatsApp.
Apa bedanya PDA Test dengan uji beban statis?
Menurut Santoso dan Hartono (2020), uji beban statis adalah metode paling akurat sekaligus paling mahal untuk menentukan daya dukung tiang, karena tiang diberi beban 2 sampai 3 kali beban rencana. PDA adalah uji dinamis yang hasilnya berasal dari analisis sinyal pukulan, sehingga hasilnya perlu ditafsirkan dengan benar.
| Aspek | Uji beban statis | PDA Test |
|---|---|---|
| Cara kerja | Tiang diberi beban 2 sampai 3 kali beban rencana | Sensor membaca respons tiang saat menerima pukulan |
| Waktu dan area kerja | Umumnya memakan waktu dan area kerja yang luas | Beberapa tiang dapat dinilai dalam satu hari menurut PDI |
| Kedudukan hasil | Disebut paling akurat dan paling mahal | Estimasi dari analisis sinyal yang ditafsirkan |
Santoso dan Hartono membandingkan hasil PDA dan CAPWAP pada 18 titik tiang beton berdiameter 600 mm di Jembatan Kaligawe, Semarang. Daya dukung dari PDA sebesar 432,4 ton, sedangkan analisis CAPWAP menghasilkan 401,0 ton, atau 7,3% lebih rendah, karena hasil PDA diolah lebih lanjut dengan signal matching. CAPWAP juga memisahkan tahanan selimut 71,7% dan tahanan ujung 28,3%. Angka ini milik satu proyek dan tidak berlaku umum.
Bagaimana tahapan pekerjaannya?
Tahapan berikut bersifat umum dan disesuaikan dengan spesifikasi proyek.
- Tim mengumpulkan data tiang, yaitu jenis, dimensi, panjang, beban rencana, dan metode pemancangan.
- Sensor regangan dan akselerometer dipasang pada tiang.
- Hammer memberi pukulan dan alat merekam data sinyal.
- Data dianalisis dengan CAPWAP untuk memperoleh distribusi tahanan tanah di sepanjang tiang.
- Hasil diserahkan dalam laporan sebagai bahan keputusan konsultan dan kontraktor.
Untuk jenis pondasi lain, misalnya borepile, metode pengujian yang sesuai dibahas saat konsultasi.
- • Menganggap PDA sama dengan uji beban statis, padahal hasilnya berasal dari analisis sinyal yang perlu ditafsirkan.
- • Menentukan jumlah titik uji tanpa merujuk spesifikasi proyek.
- • Mengabaikan uji ulang pukulan saat spesifikasi atau konsultan merekomendasikannya.
- • Menguji tanpa data sondir atau boring sebagai pembanding.
Mengapa jasa PDA Test penting bagi proyek?
- Memberi data daya dukung langsung di lapangan sebagai bahan keputusan sebelum pekerjaan struktur dilanjutkan.
- Memeriksa integritas tiang dan kinerja hammer dalam satu rangkaian pengujian.
Pertanyaan yang sering muncul
Keduanya punya peran berbeda. Uji beban statis disebut paling akurat dan paling mahal, sedangkan PDA memberi estimasi dari analisis sinyal. Boleh tidaknya PDA menggantikan uji beban statis ditetapkan oleh spesifikasi proyek dan konsultan perencana.
Jumlah titik mengikuti spesifikasi proyek. Sebagai gambaran, PDI mencatat 2% tiang atau 2 tiang pada proyek jalan raya menurut AASHTO LRFD, dan 5% dianggap wajar pada proyek swasta menurut IBC.
PT Geo Santara Indo melayani proyek di berbagai wilayah Indonesia, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Sebutkan lokasi proyek Anda agar kebutuhannya dapat dibahas.
Siapkan jenis dan dimensi tiang, jumlah tiang, beban rencana, data sondir atau boring, dan jadwal pemancangan.
PT Geo Santara Indo
Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure
