Sondir mengukur perlawanan konus, SPT mengambil sampel tanah. Pahami beda dan kapan memilihnya sebelum merancang fondasi. Konsultasi awal tanpa biaya
Fondasi dirancang dari data tanah, dan data yang keliru berarti fondasi terlalu dangkal atau terlalu boros. Dua uji lapangan yang paling sering dipakai adalah sondir dan SPT, dan keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.
Sondir mengukur perlawanan tanah terhadap konus pada setiap kedalaman, sedangkan SPT dilakukan bersama boring dan menghasilkan jumlah pukulan serta contoh tanah. PT Geo Santara Indo menyediakan keduanya melalui divisi Geoteknik.
Apa itu uji sondir dan SPT?
Sondir (CPT) menekan konus ke dalam tanah dan membaca perlawanannya setiap 20 sentimeter. SPT memukul tabung sampel ke dasar lubang bor dengan palu 63,5 kilogram yang dijatuhkan dari tinggi 76 sentimeter, lalu jumlah pukulan pada 30 sentimeter terakhir dicatat sebagai N-SPT.
| Pembeda | Sondir | SPT |
|---|---|---|
| Hasil | Perlawanan konus, hambatan lekat, dan rasio gesek secara menerus | Nilai N-SPT per kedalaman dan log boring |
| Contoh tanah | Tidak ada | Ada, berupa contoh tanah terganggu untuk uji laboratorium |
| Keterbatasan | Kedalaman terbatas dan sulit menembus kerikil | Dilakukan per interval kedalaman, umumnya setiap 2 meter |
| Standar | SNI 2827 Tahun 2008 | SNI 4153 Tahun 2008 |
Nilai N-SPT yang tinggi menunjukkan tanah yang padat, dan pengujian dihentikan ketika tanah sangat keras atau pengeboran tidak dapat dilanjutkan. Alat sondir manual yang umum dipakai berkapasitas sampai sekitar 250 kilogram per sentimeter persegi, sehingga pada tanah yang lebih keras pengujian berhenti.
Kapan sondir dan SPT dibutuhkan?
Pilihan uji mengikuti kondisi tanah dan kebutuhan data.
| Kondisi di lapangan | Uji yang lebih sesuai |
|---|---|
| Perlu profil lapisan menerus dan kedalaman lapisan pendukung dengan cepat | Sondir |
| Tanah lunak dengan perubahan lapisan yang tipis | Sondir |
| Perlu contoh tanah atau parameter laboratorium | SPT dengan boring |
| Tanah padat atau berkerikil | SPT dengan boring |
| Bangunan besar atau berisiko tinggi | Keduanya, karena saling melengkapi |
Jumlah titik uji bergantung pada jenis bangunan serta denah dan jumlah fondasinya, sehingga bangunan yang lebih besar umumnya membutuhkan lebih banyak titik.
Contoh tanah dari boring diuji di laboratorium, misalnya analisis butir (SNI 3423 Tahun 2008) dan geser langsung (SNI 2813 Tahun 2008) untuk memperoleh kohesi dan sudut geser dalam. Perancangan geoteknik mengacu pada SNI 8460 Tahun 2017. Layanan penyelidikan tanah lengkapnya tersedia pada halaman geoteknik soil test boring.
Bagaimana membaca hasil sondir dan SPT?
Tabel berikut mengelompokkan tanah pasir berdasarkan N-SPT dan perlawanan konus sondir sebagai contoh. Klasifikasi ini bersifat pendekatan, sedangkan parameter akhir ditetapkan perencana geoteknik.
| Kondisi pasir | N-SPT | Perlawanan konus sondir (kg/cm2) |
|---|---|---|
| Sangat tidak padat | di bawah 4 | di bawah 20 |
| Tidak padat | 4 sampai 10 | 20 sampai 40 |
| Agak padat | 10 sampai 30 | 40 sampai 120 |
| Padat | 30 sampai 50 | 120 sampai 200 |
Pasir dengan N-SPT sekitar 20, misalnya, tergolong agak padat dan tetap dibaca bersama kedalaman, muka air, dan beban bangunan. Tanah lempung memakai klasifikasi yang berbeda.
Apa yang dihasilkan dari sondir dan SPT?
● Grafik perlawanan konus dan hambatan lekat pada setiap kedalaman.
● Log boring dengan nilai N-SPT per kedalaman.
● Contoh tanah untuk uji laboratorium.
● Parameter tanah untuk perancangan fondasi.
● Data dasar penentuan jenis dan kedalaman fondasi.
Sedang menyiapkan fondasi bangunan Anda? Hubungi kami melalui WhatsApp.

- ● Penentuan jumlah dan letak titik uji berdasarkan denah bangunan dan fondasi.
- ● Pelaksanaan sondir pada titik yang ditetapkan.
- ● Boring dengan SPT dan pengambilan contoh tanah.
- ● Pengujian contoh tanah di laboratorium.
- ● Penyusunan laporan beserta data yang dibutuhkan perencana.
Bila lapisan pendukung berada dalam, perencana dapat mempertimbangkan fondasi seperti borepile. Faktor yang memengaruhi biaya meliputi jumlah titik, kedalaman, akses alat, kondisi tanah, serta jumlah dan jenis uji laboratorium.
Mengapa pemilihan uji tanah penting bagi proyek?
● Data yang tepat mencegah fondasi terlalu dangkal atau terlalu dalam.
● Uji yang sesuai kondisi tanah menghemat waktu dan biaya lapangan.
● Data yang lengkap mengurangi risiko perubahan desain saat pekerjaan fondasi sudah berjalan.
Informasi mengacu pada SNI 2827 Tahun 2008, SNI 4153 Tahun 2008, dan SNI 8460 Tahun 2017, serta diperiksa terakhir pada 4 November 2026.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Sondir mengukur perlawanan tanah terhadap konus secara menerus tanpa contoh tanah. SPT dilakukan bersama boring dan menghasilkan jumlah pukulan serta contoh tanah.
Sondir mengikuti SNI 2827 Tahun 2008 dan SPT mengikuti SNI 4153 Tahun 2008. Perancangan geoteknik mengacu pada SNI 8460 Tahun 2017.
Tidak selalu. Sondir tidak menghasilkan contoh tanah, sehingga pengamatan jenis tanah dan parameter laboratorium tetap membutuhkan boring. Banyak proyek memakai keduanya karena saling melengkapi.
Siapkan denah atau rencana bangunan, lokasi dan luas lahan, jumlah lantai, serta data tanah lama bila ada.
PT Geo Santara Indo melayani proyek di berbagai wilayah Indonesia, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Sebutkan lokasi proyek Anda agar kebutuhannya dapat dibahas.
PT Geo Santara Indo
Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure
