Muka air tanah artesis di Bandung turun lebih dari 40 meter menurut Badan Geologi. Pahami fungsi sumur pantau. Konsultasi awal tanpa biaya.
Badan Geologi menganalisis data sumur pantau dan menyatakan muka air tanah artesis di Bandung telah turun lebih dari 40 meter di bawah permukaan tanah. Tanpa data pemantauan, pengambilan air tanah di kawasan industri sulit dikendalikan.
Sumur pantau adalah sumur khusus untuk memantau muka dan kualitas air tanah. PT Geo Santara Indo mengerjakannya melalui divisi Eksplorasi untuk usaha dan kawasan di Bandung dan sekitarnya.
Apa itu sumur pantau dan bagaimana kondisi air tanah di Bandung?
Pada CAT Bandung-Soreang, degradasi air tanah paling signifikan terjadi di Cimahi, Dayeuhkolot, dan Rancaekek. Sebuah jurnal sumber daya air mencatat kedalaman muka air tanah pada akuifer dalam sebagai berikut.
| Lokasi | Muka air tanah akuifer dalam (meter di bawah permukaan) |
|---|---|
| Cimahi Selatan | 91,0 |
| Kota Bandung | 62,9 |
| Rancaekek Cimanggung | 68,0 |
| Dayeuhkolot | 62,0 |
| Majalaya | 43,0 |
Angka itu berasal dari satu jurnal dan perlu dibandingkan dengan data terbaru pada lokasi Anda. Menurut penelitian BRIN, penurunan muka air tanah tetap terjadi meski sumur imbuhan telah dipasang, sehingga pemantauan tetap dibutuhkan untuk menilai hasilnya.
Kapan sumur pantau dibutuhkan di Bandung?
Sumur pantau dibutuhkan pada usaha yang memakai air tanah dan pada pemegang izin yang diwajibkan membangunnya. Menurut Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2024, ketentuannya sebagai berikut.
| Ketentuan | Isi |
|---|---|
| Perekam | Dilengkapi perekam otomatis muka air (AWLR) |
| Tenggat | Paling lama 2 tahun sejak izin terbit |
| Jumlah | Satu sumur pantau untuk setiap sumur bor ke 5 dan kelipatannya di satu lokasi, atau satu bila pengambilan 5.000 meter kubik per hari atau lebih |
| Laporan | Setiap 6 bulan bila pengambilan di atas 10 meter kubik per hari |
Badan Geologi juga menyatakan di Jawa Barat setiap pengambil air tanah harus membangun sumur resapan. Untuk pengajuan izin, konsultan perizinan SIPA membantu menyiapkan berkasnya.
- • Sumur pantau yang dibangun sesuai gambar konstruksi dan data teknis izin.
- • Sumur yang siap dipasangi perekam otomatis muka air sesuai ketentuan.
- • Data awal muka air sebagai pembanding.
- • Laporan perkembangan pekerjaan secara berkala selama proyek berjalan.
Perlu sumur pantau untuk izin atau kawasan Anda di Bandung? Hubungi kami melalui WhatsApp.
Bagaimana tahapan pekerjaannya?
- Pemeriksaan izin dan kewajiban sumur yang tertulis di dalamnya.
- Penentuan jumlah dan titik sumur pantau terhadap sumur bor yang ada.
- Pengeboran dan pemasangan konstruksi sumur pantau.
- Pemeriksaan fungsi dan pengukuran muka air awal.
- Dokumentasi dan serah terima.
Untuk mengembalikan air hujan ke tanah, pelengkapnya adalah sumur imbuhan. Faktor yang memengaruhi biaya meliputi jumlah sumur, kedalaman, kondisi lapisan tanah, akses alat, dan kebutuhan perekam otomatis.
Mengapa sumur pantau penting bagi usaha di Bandung?
- Muka air tanah yang turun lebih dari 40 meter menunjukkan pengambilan perlu dikendalikan dengan data.
- Laporan teknis berkala menjadi kewajiban pemegang izin dengan pengambilan di atas 10 meter kubik per hari.
Data pemantauan membantu menilai apakah sumur imbuhan dan sumur resapan berhasil menahan penurunan.
Pertanyaan yang sering muncul
Badan Geologi menyatakan muka air tanah artesis di Bandung turun lebih dari 40 meter di bawah permukaan tanah, berdasarkan analisis data sumur pantau.
Degradasi paling signifikan terjadi di Cimahi, Dayeuhkolot, dan Rancaekek pada CAT Bandung-Soreang. Muka air tanah akuifer dalam di Cimahi Selatan tercatat 91,0 meter di bawah permukaan.
Belum tentu. Penelitian BRIN mencatat penurunan tetap terjadi di Cekungan Bandung-Soreang meski sumur imbuhan telah dipasang, sehingga pemantauan tetap dibutuhkan.
PT Geo Santara Indo melayani proyek di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bandung, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Sebutkan kecamatan atau kelurahan lokasi proyek Anda agar kebutuhannya dapat dibahas.
PT Geo Santara Indo
Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure
