Dimensi sumur resapan ditentukan volume limpasan, permeabilitas tanah, dan muka air tanah. Ringkasan syarat SNI 03-2453-2002 beserta contoh hitungan.
Banyak sumur resapan dibuat dengan ukuran tebakan. Akibatnya sumur meluap saat hujan deras, atau tidak pernah terisi karena tanahnya sulit meresapkan air.
Dimensi sumur resapan ditentukan oleh tiga hal, yaitu volume air hujan yang harus ditampung dari atap dan halaman, kemampuan tanah meresapkan air, dan kedalaman muka air tanah di lokasi. SNI 03-2453-2002 menjadi acuan perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan. Di sini kami merangkum syarat yang dikutip jurnal dari SNI tersebut, rumus dasar penghitungannya, dan satu contoh hitungan yang dapat Anda ulang sendiri. Angka di bawah berasal dari jurnal yang mengutip SNI, bukan dari naskah SNI, jadi cocokkan dengan naskah SNI sebelum dipakai untuk gambar kerja.
Apa saja syarat lokasi sumur resapan?
Jurnal Spektrum Sipil Universitas Mataram (Hanesfa dkk., 2024), jurnal SIGMA (Ernawati, 2021), dan jurnal Jom FTEKNIK (Rina dkk., 2018) mengutip persyaratan berikut.
| Syarat | Nilai yang dikutip |
|---|---|
| Kedalaman muka air tanah | Minimal 1,50 m pada musim hujan |
| Permeabilitas tanah | 2,0 cm/jam atau lebih |
| Jarak dari fondasi bangunan | Minimal 1 m |
| Jarak dari septic tank | Minimal 5 m diukur dari tepi |
| Jarak dari sumur air bersih | 3 m (tabel dalam jurnal Spektrum Sipil) |
| Diameter sumur | 0,8 m sampai 1,4 m, dengan pipa masuk dan pelimpah 110 mm |
Sumber tidak seragam. Dua jurnal menulis nomor SNI yang berbeda untuk syarat yang sama, dan tabel jarak lain di jurnal SIGMA (mengutip Cotteral dan Norris dalam Kusnaedi, 2000) menulis 10 m untuk septic tank dan sumur air minum, 3 m untuk bangunan, serta 1,5 m untuk batas kapling. Jika lokasi dekat septic tank atau sumur warga, pakai jarak yang lebih besar dan putuskan bersama konsultan perencana.
Bagaimana permeabilitas tanah menentukan ukuran sumur?
Permeabilitas menunjukkan seberapa cepat air meresap. Jurnal SIGMA mengutip klasifikasi berikut berdasarkan SNI.
| Klasifikasi | Jenis tanah | Permeabilitas |
|---|---|---|
| Sedang | Geluh kelanauan | 2,0 sampai 3,6 cm/jam |
| Agak cepat | Pasir halus | 3,6 sampai 36 cm/jam |
| Cepat | Pasir kasar | Lebih dari 36 cm/jam |
Tanah dengan permeabilitas di bawah 2,0 cm/jam tidak memenuhi syarat yang dikutip di atas. Pada tanah seperti itu, tampungan sumur tetap bisa dihitung, tetapi waktu meresapnya panjang sehingga sumur lama terisi penuh. Data tanah dari uji tanah dan boring membantu memilih lokasi dan memperkirakan permeabilitas sebelum sumur digali.
Butuh perhitungan sumur resapan untuk lahan Anda? Hubungi kami melalui WhatsApp.
Rumus apa yang dipakai untuk menghitung dimensi sumur resapan?
Perencanaan umumnya berjalan dalam empat langkah. Rumus di bawah dikutip dari jurnal Hanesfa dkk. (2024).
| Langkah | Rumus | Keterangan |
|---|---|---|
| Intensitas hujan (Mononobe) | I = (R/24) × (24/t)^(2/3) | R hujan harian maksimum rencana (mm), t durasi hujan (jam), I dalam mm/jam |
| Debit limpasan (metode rasional) | Q = 0,00278 × C × I × A | C koefisien limpasan, A luas bidang tadah dalam hektare, Q dalam m³/detik |
| Volume tampungan sumur | V = π × r² × H | r jari-jari sumur (m), H kedalaman sumur (m) |
| Faktor geometri (Sunjoto) | F = 5,5 × r | Dipakai untuk menghitung debit resap, rumus lengkapnya perlu dibaca di naskah sumber |
Hanesfa dkk. memakai rumus itu di Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Mataram. Dengan hujan rencana 95,093 mm selama 1 jam, intensitasnya 32,967 mm/jam. Sumur berdiameter 1 m dan dalam 2,2 m menampung 1,73 m³. Jurnal itu melaporkan 2.227 sumur mengurangi limpasan sebesar 10.185,34 m³ atau 71,13%. Bagian resapan pada jurnal tersebut tidak bisa kami ulang persis karena eksponen rumus Sunjoto tidak terbaca utuh pada salinan yang kami baca, jadi hitung ulang bagian itu dari naskah SNI.
Bagaimana contoh hitungan untuk atap rumah 100 m²?
Contoh ini hitungan ilustrasi memakai angka dari jurnal di atas, bukan desain siap bangun. Luas atap 100 m² sama dengan 0,01 ha. Koefisien limpasan atap 0,95 adalah angka yang dipakai Rina dkk. (2018), dan intensitas 32,967 mm/jam diambil dari contoh Mataram.
| Tahap | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Debit limpasan | 0,00278 × 0,95 × 32,967 × 0,01 | 0,00087 m³/detik |
| Volume limpasan 1 jam | 0,00087 × 3.600 detik | Sekitar 3,1 m³ |
| Tampungan satu sumur | π × 0,5² × 2,2 | 1,73 m³ |
| Jumlah sumur tanpa resapan | 3,1 / 1,73 | Sekitar 2 sumur |
Resapan ke tanah akan mengurangi jumlah itu. Besarnya hanya dapat dipastikan dengan uji permeabilitas di lokasi, sehingga layanan Sumur Resapan kami berbasis uji daya serap lokasi. Arsip proyek di situs ini mencatat pekerjaan Sumur Resapan di Badung, Bali, divisi Eksplorasi, berstatus selesai. Halaman proyek itu belum memuat ukuran, jumlah sumur, atau hasil uji, sehingga tidak dipakai sebagai angka rujukan.
Kapan sumur resapan tidak cukup?
Wigati dan Setiawan (2014) menghitung kebutuhan sumur resapan di Sub DAS Cisimeut seluas 458 km². Metode SNI menghasilkan 53, 106, dan 158 sumur untuk tiga alternatif reduksi, sedangkan metode Sunjoto menghasilkan ratusan ribu sumur. Dengan permeabilitas 2,0 cm/jam, mereka menyimpulkan sumur resapan kurang efektif untuk skala itu dan mengusulkan kolam retensi. Nisumanti (2017) juga mencatat bahwa pada muka air tanah yang dangkal sumur resapan kurang efektif. Kedua temuan ini menunjukkan bahwa sumur resapan perlu dilengkapi data tanah, bukan hanya rumus.
- • Menentukan ukuran tanpa uji permeabilitas, padahal syarat minimalnya 2,0 cm/jam.
- • Menggali pada lokasi dengan muka air tanah kurang dari 1,50 m di musim hujan.
- • Menempatkan sumur terlalu dekat dengan septic tank, fondasi, atau sumur air bersih.
- • Mengambil satu angka jarak dari satu sumber tanpa membandingkannya dengan naskah SNI.
- • Memakai satu sumur untuk limpasan yang volumenya jelas melebihi tampungannya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Tidak ada satu ukuran baku. Jurnal yang mengutip SNI menyebut diameter 0,8 sampai 1,4 m, sedangkan kedalaman dan jumlah sumur ditentukan oleh volume limpasan, permeabilitas tanah, dan muka air tanah. Contoh di Mataram memakai diameter 1 m dan kedalaman 2,2 m.
Minimal 1,50 m pada musim hujan, menurut kutipan SNI pada jurnal Spektrum Sipil (2024) dan SIGMA (2021).
Tiga jurnal mengutip syarat 2,0 cm/jam atau lebih. Tanah di bawah angka itu tidak memenuhi syarat yang dikutip.
PT Geo Santara Indo melayani proyek di berbagai wilayah Indonesia, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Sebutkan lokasi proyek Anda agar kebutuhannya dapat dibahas.
PT Geo Santara Indo
Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure
