Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure · sejak 2018
0811 3450 0100 hallo@geosantara.com
PT Geo Santara Indo
Beranda›Blog›Energi Terbarukan›Panas Bumi Dieng, Apa yang Terbaca di Kawah Sikidang?
Energi Terbarukan

Panas Bumi Dieng, Apa yang Terbaca di Kawah Sikidang?

R
Rio Zulfa Pambudi
Tim Editorial
7 November 2026
3 menit baca

Geokimia dan geolistrik di Dieng menunjuk area Sileri dan Sikidang, tetapi belum menentukan titik bor. Lihat angka suhu, area konduktif, dan batasnya.

Kawah Sikidang dan mata air panas di sekitarnya membuat Dieng terlihat jelas sebagai wilayah panas bumi. Namun manifestasi di permukaan belum menjawab di mana titik pengeboran eksplorasi sebaiknya ditempatkan.

Panas bumi Dieng pernah dikaji lewat dua pendekatan yang menjawab hal berbeda. Geokimia air panas oleh Ramadhan dkk. (2013) memperkirakan suhu bawah permukaan 225 sampai 295 °C dan menyarankan Sileri dan Sikidang untuk studi lanjutan. Geolistrik di Kawah Sikidang oleh Wiyuda dkk. (2022) memetakan empat area konduktif seluas sekitar 3,3 ha, tetapi angka kedalamannya tidak kami temukan di teks makalah dan makalah itu tidak menyusun model reservoir. Kedua hasil saling melengkapi, dan keduanya belum cukup untuk menentukan titik bor.

Apa yang diukur geokimia air panas di Dieng?

Ramadhan dkk. mencatat 11 manifestasi di Dataran Tinggi Dieng, yaitu 6 mata air panas, 3 fumarol, dan 2 kolam lumpur, sebagian besar di Kabupaten Banjarnegara dan sisanya di Wonosobo. Sampel diambil pada 8 dan 9 Juni 2009 dari enam mata air panas.

Mata air panasSuhu di lapangan (°C)Tipe air
Kaliputih43Klorida-bikarbonat
Pulosari44Klorida-sulfat
Bitingan59Bikarbonat
Siglagah61Bikarbonat
Sikidang61Sulfat
Sileri65Bikarbonat

Diagram Cl-Li-B menunjukkan empat sumber fluida yang berbeda. Geotermometer Na-K-Ca pada sampel Pulosari memberi 295 °C, dan fumarol kering di Pagerkandang dan Sipandu mengisyaratkan reservoir sekurangnya 225 °C, sehingga penulis menyimpulkan suhu bawah permukaan sekitar 225 sampai 295 °C. Keterbatasannya jelas. Hanya ada enam sampel dari satu periode, model reservoirnya disebut sketsa sementara, dan angka suhu di abstrak, isi, dan tabel makalah tidak seragam sehingga artikel ini memakai tabel.

Apa yang dipetakan geolistrik di Kawah Sikidang?

Wiyuda dkk. memakai geolistrik dipole-dipole pada enam lintasan dengan spasi elektroda 20 m dan pemisahan sampai 18 kali spasi, serta enam titik sounding Schlumberger. Resistivitas di atas 1.500 Ωm ditafsirkan sebagai lava andesit Pangonan, sedangkan zona beresistivitas rendah ditafsirkan sebagai fluida hidrotermal dan batuan teralterasi. Hasilnya empat area konduktif, A sampai D, dengan luas total sekitar 33.139 m². Area A, B, dan C dominan di sekitar manifestasi aktif, sedangkan area D di luar area wisata hanya diperkirakan dari korelasi antar penampang.

Pemisahan elektroda terbesar adalah 360 m, sehingga menurut pembacaan kami hasilnya terutama menggambarkan bagian dangkal, bukan reservoir yang suhunya dihitung dengan geotermometer. Penulis juga mencatat bahwa lintasan 5 dan 6 serta area D tertutup lahan pertanian dan perkebunan sehingga data geologinya sulit diperoleh, dan pelapukan serta alterasi hidrotermal yang intens menyulitkan pencarian struktur.

Sedang menilai langkah awal eksplorasi panas bumi di lahan Anda? Diskusikan melalui WhatsApp.

Bagaimana kedua data dipakai sebelum eksplorasi?

Layanan Geo Thermal Scan di divisi Eksplorasi PT Geo Santara Indo dipakai sebagai pemindaian awal untuk menyaring area, bukan pengganti pengeboran, sebagaimana diuraikan pada artikel Geo Thermal Scan dan eksplorasi geotermal. Kajian Dieng memperlihatkan alasannya, karena geokimia menunjuk area Sileri dan Sikidang, geolistrik memetakan zona konduktif dangkal, dan keduanya masih menyisakan ketidakpastian kedalaman. Penentuan titik pengeboran eksplorasi memerlukan data tambahan dan kajian ahli panas bumi.

Pengelolaan panas bumi di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, sehingga status wilayah dan izin perlu dipastikan ke instansi yang berwenang sebelum pengeboran.

Apa yang perlu disiapkan untuk kajian awal panas bumi?

  • Batas lahan atau wilayah dan status perizinannya, karena itu menentukan apakah eksplorasi boleh dilanjutkan.
  • Data yang sudah ada, seperti peta geologi, catatan manifestasi, atau hasil survei terdahulu.
  • Kondisi dan akses lahan, karena lahan pertanian dapat menutup data geologi seperti dicatat Wiyuda dkk.
  • Tujuan kajian, misalnya wisata air panas atau energi, yang menentukan data apa yang perlu dikumpulkan.

Pengeboran eksplorasi sendiri dibahas pada halaman pengeboran geotermal.

FAQ

FAQ

Dataran Tinggi Dieng memiliki 11 manifestasi dan estimasi suhu bawah permukaan 225 sampai 295 °C menurut Ramadhan dkk. (2013). Kelayakan pemanfaatan memerlukan kajian lanjut.

Pada kajian Sikidang, pemisahan elektroda terbesar 360 m dan angka kedalaman tidak kami temukan di teks, sehingga hasilnya terutama dangkal. Penentuan titik bor memerlukan data tambahan seperti geokimia dan geologi.

Di antara enam mata air panas yang disampel, Sileri paling panas dengan 65 °C. Kolam lumpur Sikidang tercatat sekitar 88 °C.

Tidak. Pemindaian adalah langkah awal untuk menyaring area sebelum pengeboran dipertimbangkan, menurut artikel kami tentang Geo Thermal Scan.

Siapkan lokasi dan batas lahan, status perizinan, data geologi atau manifestasi yang sudah ada, dan tujuan kajian Anda.

Konsultasikan Kajian Awal Panas Bumi

PT Geo Santara Indo memiliki empat divisi, yaitu Konsesi SPAM, Eksplorasi, Geoteknik, dan Perizinan, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Konsultasi awal tanpa biaya, jadi sebutkan lokasi dan kebutuhan proyek Anda.

PT Geo Santara Indo

Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

Investigasi Geofisika
Geolistrik Ponjong Gunungkidul, Tidak Semua Titik Berakuifer
7 Nov 2026
Investigasi Geofisika
Intrusi Air Laut Semarang, Apa Kata Geolistrik di Kaligawe?
7 Nov 2026
Survey & Pemetaan Geospasial
Ketelitian Peta Topografi dan Standar Peta Dasar BIG
7 Nov 2026
WhatsAppKonsultasi ProyekTeleponEmailPortofolio