Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure · sejak 2018
0811 3450 0100 hallo@geosantara.com
PT Geo Santara Indo
Beranda›Blog›Investigasi Geofisika›Geolistrik Intrusi Air Laut agar Sumur Bor Pesisir Tidak Menyadap Air Asin
Investigasi Geofisika

Geolistrik Intrusi Air Laut agar Sumur Bor Pesisir Tidak Menyadap Air Asin

R
Rio Zulfa Pambudi
Tim Editorial
6 November 2026
3 menit baca

Geolistrik membaca resistivitas lapisan untuk mendeteksi intrusi air laut sebelum sumur bor pesisir dibuat. Simak nilai ohm meter dari studi Indonesia.

Sumur bor di dekat pantai sudah dalam, pompanya mahal, tetapi airnya terasa asin. Setelah sumur jadi, memindahkan titik berarti mengebor ulang.

Geolistrik intrusi air laut adalah pengukuran resistivitas (tahanan jenis) lapisan bawah permukaan untuk menandai zona yang terisi air asin. Air asin menghantarkan listrik lebih baik, sehingga lapisan yang terintrusi menunjukkan resistivitas rendah. Studi di Indonesia melaporkan zona terintrusi pada kisaran sekitar 0,2 sampai beberapa ohm meter. Namun lempung juga bisa menunjukkan nilai rendah, sehingga hasil geolistrik perlu dikonfirmasi dengan sampel air atau pengeboran. Di sini kami merangkum nilai dari enam studi, cara membacanya, dan batasannya.

Berapa nilai resistivitas air tawar, payau, dan asin?

Acuan umum yang dikutip jurnal adalah Telford dkk. (1990). Menurut Cahyadi dkk. (2024) dan Muslim dkk. (2021), air laut sekitar 0,2 ohm meter dan air tanah 0,5 sampai 300 ohm meter. Muslim dkk. juga mengutip Lowrie (2007), yaitu air bersalinitas 3% sekitar 0,15 dan salinitas 20% sekitar 0,05 ohm meter.

Batas antara tawar, payau, dan asin tidak seragam di tiap studi, seperti terlihat berikut.

StudiLokasi dan metodeNilai yang dilaporkan
Amsir dkk. (2023)Banda Aceh, Wenner-Schlumberger 2D, 3 lintasanAsin 0,2 sampai 1, payau 1 sampai 2,5, tawar 3 sampai 6 ohm meter (ambang tanpa sumber)
Muslim dkk. (2021)Mempawah, Kalimantan Barat, Wenner-Schlumberger, 4 lintasan0,262 sampai 7,36 ohm meter pada kedalaman 1,25 m sampai lebih dari 28,7 m
Malik dan Priandani (2022)Pulau Rupat, Riau, Schlumberger 1D0,60 ohm meter pada 0,70 sampai 3,42 m (100 m dari pantai) dan 3,53 ohm meter pada 7,22 sampai 13,42 m (300 m dari pantai)
Wardhana dkk. (2017)Surabaya Timur, Wenner-Schlumberger 2D0,734 sampai 6,31 ohm meter pada kedalaman 0,6 sampai 3,5 m (Sutorejo)
Nisa dkk. (2012)Genuk, Semarang, SchlumbergerZona intrusi mulai kedalaman 80 m (Karangroto) sampai 200 m (Trimulyo)

Nisa dkk. (2012) mengklasifikasikan air memakai daya hantar listrik, bukan ohm meter, yaitu tawar di bawah 1.500, payau 5.000 sampai 15.000, dan asin 15.000 sampai 50.000 µmhos/cm (sumber klasifikasi PAHIAA Jakarta, 1986). Ini menunjukkan bahwa ambang ohm meter sebaiknya selalu dipasangkan dengan data kimia air dari lokasi yang sama.

Rencana mengebor sumur di wilayah pesisir? Konsultasikan survei geolistriknya melalui WhatsApp.

Kenapa hasil geolistrik tidak boleh dibaca sendirian?

Lempung menghantarkan arus listrik sehingga nilai resistivitasnya juga rendah. Muslim dkk. (2021) mencatat lapisan lempung 4,41 sampai 17,4 ohm meter pada satu lintasan, yang dekat dengan nilai pasir terintrusi. Amsir dkk. (2023) menyebut nilai rendah diperkirakan sebagai lempung yang terkontaminasi air laut, dan Nisa dkk. (2012) menegaskan mineral lempung membuat tahanan jenis kecil. Pada studi di ITS, Wardhana dkk. (2017) bahkan menafsirkan nilai 0,026 sampai 0,241 ohm meter sebagai lempung pasir, bukan intrusi.

Karena itu interpretasi yang aman memadukan tiga data, yaitu kurva resistivitas, sampel air dari sumur sekitar yang diukur daya hantar listrik atau kloridanya, dan log bor bila ada. Malik dan Priandani (2022) hanya mengambil lima sampel air, dan mereka sendiri mencatat ambang 0,5 sampai 5 ohm meter yang dipakai tidak bersumber.

Bagaimana survei geolistrik dilakukan untuk sumur pesisir?

Layanan Geolistrik Schlumberger 1D memakai Vertical Electrical Sounding konfigurasi Schlumberger, dan umumnya satu titik selesai dalam satu hari kerja. Keluarannya berupa kurva resistivitas lapangan, interpretasi susunan lapisan beserta perkiraan kedalamannya, rekomendasi titik dan kedalaman bor, serta laporan lengkap.

  • Tentukan beberapa titik pada jarak berbeda dari garis pantai, seperti studi Rupat pada 100 m dan 300 m, supaya perubahan resistivitas terhadap jarak terlihat.
  • Ukur daya hantar listrik atau klorida pada sumur gali atau sumur bor warga di sekitar titik survei sebagai pembanding.
  • Bandingkan hasil dengan log bor tetangga atau hasil pumping test bila tersedia.
  • Setelah dibor, pantau kualitas air secara berkala, dan jika sumur dikelola industri rencanakan sumur pantau.

Pemegang Izin Pengusahaan Air Tanah juga wajib melaporkan hasil analisis kualitas air tanah setiap 6 bulan untuk debit pengambilan di atas 10 m³/hari menurut Pasal 9 ayat (2) huruf k Permen ESDM 14 Tahun 2024, sehingga data kualitas air yang rutin berguna bagi sumur industri di pesisir. Untuk sumur yang akan dipakai industri, rencana pengeboran dibahas melalui layanan sumur bor industri.

Arsip proyek di situs ini mencatat survei geolistrik di Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, wilayah pesisir utara Jawa Barat, divisi Eksplorasi, berstatus selesai. Halaman proyek tidak menyebut tujuan survei, kedalaman, atau hasilnya, sehingga tidak dipakai sebagai contoh intrusi.

Kesalahan apa yang sering terjadi pada survei intrusi?
  • • Menyimpulkan intrusi hanya dari satu nilai ohm meter tanpa data kimia air.
  • • Memakai ambang dari satu jurnal untuk lokasi lain tanpa memeriksa geologinya.
  • • Menyurvei satu titik saja, padahal studi pesisir memakai beberapa lintasan.
  • • Menganggap resistivitas rendah selalu air asin, padahal lempung memberi nilai serupa. Inf
Kesalahan apa yang sering terjadi pada survei intrusi?
  • • Menyimpulkan intrusi hanya dari satu nilai ohm meter tanpa data kimia air.
  • • Memakai ambang dari satu jurnal untuk lokasi lain tanpa memeriksa geologinya.
  • • Menyurvei satu titik saja, padahal studi pesisir memakai beberapa lintasan.
  • • Menganggap resistivitas rendah selalu air asin, padahal lempung memberi nilai serupa.
FAQ

Pertanyaan yang sering muncul

Intrusi air laut adalah masuknya air asin ke lapisan air tanah tawar di wilayah pesisir. Air tanah yang terintrusi terasa asin dan dapat merusak pipa serta pompa.

Jurnal yang mengutip Telford dkk. (1990) menulis air laut sekitar 0,2 ohm meter dan air tanah 0,5 sampai 300 ohm meter.

Tidak pasti. Lempung juga berresistivitas rendah, sehingga studi yang dibaca di atas memadukan geolistrik dengan sampel air atau data bor.

Siapkan lokasi, jarak lahan dari pantai, rencana kebutuhan air, data sumur tetangga, dan hasil uji kualitas air bila ada.

PT Geo Santara Indo melayani proyek di berbagai wilayah Indonesia, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Sebutkan lokasi proyek Anda agar kebutuhannya dapat dibahas.

Konsultasikan Survei Geolistrik untuk Sumur Bor Pesisir Anda

PT Geo Santara Indo memiliki empat divisi, yaitu Konsesi SPAM, Eksplorasi, Geoteknik, dan Perizinan, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Konsultasi awal tanpa biaya, jadi sebutkan lokasi dan kebutuhan proyek Anda.

PT Geo Santara Indo

Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

Investigasi Geofisika
Geolistrik Ponjong Gunungkidul, Tidak Semua Titik Berakuifer
7 Nov 2026
Energi Terbarukan
Panas Bumi Dieng, Apa yang Terbaca di Kawah Sikidang?
7 Nov 2026
Investigasi Geofisika
Intrusi Air Laut Semarang, Apa Kata Geolistrik di Kaligawe?
7 Nov 2026
WhatsAppKonsultasi ProyekTeleponEmailPortofolio
Geolistrik Intrusi Air Laut agar Sumur Bor Pesisir Tidak Menyadap Air Asin | PT Geo Santara Indo