Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure · sejak 2018
0811 3450 0100 hallo@geosantara.com
PT Geo Santara Indo
Beranda›Blog›Investigasi Geofisika›Memilih Frekuensi Antena Georadar menurut Kedalaman dan Target
Investigasi Geofisika

Memilih Frekuensi Antena Georadar menurut Kedalaman dan Target

R
Rio Zulfa Pambudi
Tim Editorial
7 November 2026
3 menit baca

Frekuensi antena georadar menentukan kedalaman dan resolusi. Lihat tabel 25 sampai 1000 MHz, nilai dielektrik material, dan cara lempung membatasi sinyal.

Survei georadar sering gagal bukan karena alatnya, tetapi karena antenanya tidak cocok dengan target dan tanahnya. Antena yang dalam tidak melihat benda kecil, dan antena yang tajam tidak menjangkau lapisan dalam.

Frekuensi antena georadar menentukan pertukaran antara kedalaman dan resolusi. Tabel yang dikutip Yogi (2009) dari MALA GeoScience menyebut antena 100 MHz mencapai penetrasi maksimum 15 sampai 25 m, sedangkan antena 400 MHz hanya 3 sampai 10 m, tetapi mampu melihat target sekecil 0,05 m. Tanah berlempung dan air asin memperpendek kedalaman itu. Di sini kami merangkum tabel frekuensi, sifat dielektrik material, dan langkah pengolahan data dari jurnal Indonesia.

Berapa kedalaman dan resolusi tiap frekuensi?
Frekuensi (MHz)Target minimum (m)Kedalaman perkiraan (m)Penetrasi maksimum (m)
251,05 sampai 3035 sampai 60
500,55 sampai 2020 sampai 30
1000,1 sampai 1,02 sampai 1515 sampai 25
2000,05 sampai 0,501 sampai 105 sampai 15
4000,051 sampai 53 sampai 10
1000Tidak terbaca di sumber0,05 sampai 20,5 sampai 4

Yogi (2009) merangkum bahwa frekuensi tinggi memberi resolusi tinggi dengan penetrasi terbatas. Untuk pekerjaan geologi dipakai antena di bawah 500 MHz, dan untuk geoteknik sekitar 500 MHz sampai 1 GHz. Tabel itu berasal dari dokumen pabrikan MALA GeoScience tahun 1997 dalam kajian pustaka, sehingga angkanya adalah acuan umum dan bukan jaminan untuk lokasi Anda.

Mengapa jenis tanah mengubah hasil?

Kecepatan gelombang radar bergantung pada konstanta dielektrik material. Tabel Annan (2003) yang dikutip Elfarabi dkk. (2017) memuat nilai berikut.

MaterialKonstanta dielektrikKecepatan (m/ns)
Udara10,3
Air distilasi800,033
Air laut800,01
Pasir kering3 sampai 50,15
Pasir basah20 sampai 300,06
Batu gamping4 sampai 80,12
Lempung5 sampai 400,06
Granit4 sampai 60,13

Nilai tidak seragam antar sumber. Tabel Beres dan Haeni (1991) dalam Nur (2007) memberi pasir kering 4 sampai 6, pasir jenuh 30, dan lempung jenuh 8 sampai 12, sehingga kecepatan perlu dikalibrasi di lokasi.

Nur (2007) juga mengelompokkan lempung, tanah kaya lempung, dan air laut sebagai media yang buruk untuk radar, sedangkan pasir kering atau basah, gambut, dan air tawar tergolong baik. Di pantai Teluk Ciletuh, Sukabumi, survei enam lintasan itu merekam lapisan teratas setebal 9 sampai 10 m, tetapi batas bawah lapisan di bawahnya tidak terekam. Anggraini dkk. (2023) menyebut kedalaman georadar pada eksplorasi mineral terbatas puluhan meter dan dibatasi lempung atau cairan berkonduktivitas tinggi.

Butuh survei georadar untuk memetakan utilitas atau rongga di lahan Anda? Konsultasikan melalui WhatsApp.

Bagaimana memperkirakan resolusi dari frekuensi?

Nur (2007) menyebut resolusi vertikal sekitar sepertiga sampai setengah panjang gelombang. Panjang gelombang sama dengan kecepatan dibagi frekuensi. Hitungan ilustrasi kami memakai kecepatan Annan (2003) pada tabel berikut, dan bukan hasil pengukuran di lapangan.

FrekuensiMaterialPanjang gelombang (m)Resolusi perkiraan (m)
100 MHzPasir kering1,50,5 sampai 0,75
100 MHzPasir basah0,60,2 sampai 0,3
400 MHzPasir kering0,3750,13 sampai 0,19
400 MHzPasir basah0,150,05 sampai 0,08

Pasir basah memperkecil panjang gelombang sehingga resolusi membaik, tetapi sinyal juga lebih cepat melemah. Hasil 0,05 m untuk 400 MHz pada pasir basah sama dengan target minimum pada tabel pabrikan, sedangkan pada pasir kering resolusinya sekitar tiga kali lebih kasar.

Apa saja tahap pengolahan data georadar?

Elfarabi dkk. (2017) memakai perangkat lunak MATGPR dengan urutan penyesuaian posisi sinyal, filter dewow, penguatan sinyal, penghapusan latar global, filter spasial rata-rata, band pass, filter Karhunen-Loeve, model kecepatan satu dimensi, migrasi pergeseran fase, dan konversi waktu ke kedalaman. Untuk migrasi dipilih kecepatan 0,07 m/ns dari rentang uji 0,05 sampai 0,10 m/ns. Pemilihan parameter ini bertujuan mengurangi noise, dan objek logam atau listrik di sekitar lintasan disebut sebagai sumber noise.

Layanan Georadar kami bekerja dengan menempatkan antena GPR di atas area survei, mengirim gelombang elektromagnetik ke bawah tanah, dan mengolah pantulannya menjadi profil bawah permukaan. Perbedaan georadar dan geolistrik dibahas di artikel perbedaan georadar dan geolistrik.

FAQ

Pertanyaan yang sering muncul

Menurut tabel yang dikutip Yogi (2009), penetrasi maksimum 35 sampai 60 m pada 25 MHz dan 3 sampai 10 m pada 400 MHz. Pada lempung atau air asin, kedalamannya lebih kecil.

Tidak. Resolusi menunjukkan ukuran terkecil yang dapat dibedakan, sedangkan kedalaman menunjukkan sejauh mana sinyal dapat kembali. Frekuensi tinggi memberi resolusi lebih baik dengan kedalaman lebih kecil.

Georadar menjangkau lapisan dangkal. Karena tabel di atas menunjukkan penetrasi terbatas, titik sumur bor yang dalam umumnya ditentukan dengan metode lain seperti geolistrik, dan artikel perbandingannya tersedia di situs ini.

Siapkan jenis target, perkiraan kedalaman, kondisi permukaan, jenis tanah, dan peta atau gambar utilitas bila ada.

PT Geo Santara Indo melayani proyek di berbagai wilayah Indonesia, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Sebutkan lokasi proyek Anda agar kebutuhannya dapat dibahas.

Konsultasikan Survei Georadar untuk Lokasi Anda

PT Geo Santara Indo memiliki empat divisi, yaitu Konsesi SPAM, Eksplorasi, Geoteknik, dan Perizinan, dengan kantor di Yogyakarta dan Jakarta. Konsultasi awal tanpa biaya, jadi sebutkan lokasi dan kebutuhan proyek Anda.

PT Geo Santara Indo

Drilling, Geotechnical & Water Infrastructure

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

Investigasi Geofisika
Geolistrik Ponjong Gunungkidul, Tidak Semua Titik Berakuifer
7 Nov 2026
Energi Terbarukan
Panas Bumi Dieng, Apa yang Terbaca di Kawah Sikidang?
7 Nov 2026
Investigasi Geofisika
Intrusi Air Laut Semarang, Apa Kata Geolistrik di Kaligawe?
7 Nov 2026
WhatsAppKonsultasi ProyekTeleponEmailPortofolio